[Selembar Nasihat] Skenario Terindah

Kebahagiaan itu

Sungguh tak bertemu dirimu di sini…

Mungkin belum dan harapan itu selalu ada tergantung bersama tingginya asa~~

 

Skenario terindah

Sungguh tak didapatkannya keberadaanmu di masa ini…

Meski tak kenal lelah memupuk kesabaran sebagai senjata diri,,

karena yakin dirimu pasti tercipta ketika qodo telah ditetapkan…

 

Sekian lama menunggu namun belum juga bisa bertemu

Pastilah rindu yang kan muncul

Pastilah kecewa yang menggugah hati untuk meragukan akan janji-Nya yang tak kan pernah salah.

 

Tapi Harus kah kata “MENYERAH” yang dijadikan solusi?

TIDAK! Tentunya bukan suatu pilihan jawaban dalam kamus hidup ini.

 

BertahanlahSungguh bersabarlah

Mari sejenak merenung dan mengenang

 

Masih hangatkah dalam ingatan? betapa kasih-Nya telah menyapa dan mengabulkan setiap do’a-do’a yang dipanjatkan meski diri masih bergumul dosa.

Sudah bersyukurkah hati ini ketika Rahmat-Nya ialah kehadiran sahabat-sahabat yang tak kan pernah membuatmu lupa dan semakin menambah kecintaan akan penghambaan kepada-Nya?

 

Tidak malukah kita yang selalu meminta di saat sempit dan melupakan-Nya di saat-saat lapang? Terlalu sibuk dengan perihnya ujian hingga sering terlupa akan luas Kasih Sayang-Nya yang tak terhingga.

 

Allah Maha Tahu… Sungguh Hanya Dia Yang Tahu

 

Seberapa besar keinginan itu kuat tertanam di dalam diri. Sudah berbanding luruskah antara usaha dengan cita. Sudah siapkah diri menerima hadiah terindah yang dinanti ini.

 

Ya Rabb

 

Kuatkanlah hati ini

Ketika ikhtiar tak membuahkan hasil.

Tentu bukan, bukan maksud untuk menyakiti hanya ingin melihat seberapa tegar hati ini untuk memantaskan diri mendapatkan kebahagiaan yang hakiki.

 

Ya Rabb

 

Kuatkanlah hati ini

Saat hembusan putus asa mulai mengencang didalam kalbu…

Tentu bukan, bukan karena Engkau Tidak Peduli

Hanya ingin menunjukkan Kuasa-Mu akan kepemilikan atas diri ini…

 

Ya Rabb

 

Kuatkanlah hati ini

Ketika do’a telah dipanjatkan dan amal telah dilaksanakan

Namun kekosongan yang didapat

Tentu bukan, bukan karena Engkau Tidak Mendengar bukan karena Engkau Tidak Melihat

Hanya ingin diri ini lebih sabar menunggu saat itu tepat hingga kealfaan melupakan kasih-Nya tak pernah ada…

 

Senantiasa menguatkan kesabaran untuk meyakini ketetapan-Nya yang tak kan pernah salah

 

ditulis oleh Anisa Fatkhuriani – Bendahara FUKI 2013


Mari Tebar Kebaikan!
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInShare on TumblrPin on Pinterest