[Selembar Nasihat] Lihat Lebih Dekat

Hidup ini tak melulu soal berlari. Kita perlu melihat kanan kiri, termasuk membaca tulisan ini.

Setiap makhluk hidup yang Dia ciptakan selalu memiliki hak atas makhluk hidup lain, termasuk kita sebagai manusia. Kita sebagai manusia memiliki hak atas orang lain dan orang lain pun memiliki hak atas diri kita. Pada setiap masa bertumbuhnya kita menjadi pribadi yang lebih dewasa, bertambah jugalah hak orang lain atas diri kita.

Jika hak adalah harapan, maka hak tersebut adalah harapan orang lain atas diri kita. Lalu sudahkah kita mewujudkan harapan – harapan tersebut?

Terkadang… kita sibuk memenuhi harapan orang yang “dekat” dengan kita. Padahal, di belakang kita, mereka yang benar-benar dekat dengan kita telah menunggu harapannya dipenuhi.

Terkadang… kita sibuk memenuhi harapan orang-orang penghuni rumah kedua kita. Padahal, mereka yang menghuni rumah pertama kita sudah menunggu harapannya dikabulkan.

Terkadang… kita sibuk memenuhi harapan keluarga kedua-ketiga-entah keberapa kita. Padahal mereka, keluarga pertama kita, menanti harapannya diwujudkan.

Bahkan, terkadang kita sibuk memenuhi harapan orang lain, sedang jiwa kita meronta untuk diperhatikan. Atau sebaliknya, kita sibuk dengan urusan sendiri, sedangkah hak orang lain kita abaikan.

Tidakkah kita mencoba melihat harapan mereka yang terdekat– ayah, ibu, adik, kakak, hingga binatang peliharaan. Mereka yang terdekat dan akan selalu dekat, walau tingkah laku kita berusaha menafikannya. Sejatinya, bisa jadi merekalah yang harapannya lebih berhak kita penuhi. Bukan harapan diri kita sendiri, dia, atau mereka.

Hmm, manusia memang tidak diciptakan untuk memenuhi seluruh harapan orang-orang di sekitarnya. Namun, yang terpenting adalah seberapa besar usaha untuk mencoba memenenuhi. Bukankah Dia pun melihat prosesnya?

***
“Selalu ingat, banyak sekali orang-orang yang punya hak atas diri kita. Ayah, ibu, adik, kakak, tetangga, dan orang-orang lain. Mungkin saja, ayah punya hak untuk melihat kita pulang dengan prestasi di tangan. Mungkin saja, ibu punya hak untuk melihat kita kembali ke rumah dengan tubuh yang sehat dan kuat. Mungkin saja, adik punya hak untuk ditemani saat belajar dan tidur. Mungkin saja, kakak punya hak untuk dibantu pekerjaannya. Mungkin saja, tetangga punya hak untuk disapa saat berjumpa di jalan.

Tubuh? Binatang Peliharaan? Kuliah? dan banyak pihak lain yang punya hak atas diri kita. Pastikan mereka semua terpenuhi haknya karena mungkin saja di ‘negeri masa depan nanti’ hak itu akan ditagih.” – Diambil dari status Facebook Penulis pada 18 Desember 2012.
***

 

ditulis oleh Abdullah Izzuddiin Alqassam – Ketua FUKI 2013


Mari Tebar Kebaikan!
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInShare on TumblrPin on Pinterest