IslamICTFair, Saatnya Muslim Bergerak Menginspirasi melalui ICT

Islam dan ICT kerap diidentikan sebagai dua hal yang bertolak belakang. Orang yang ngerti ICT biasanya tidak fanatik terhadap Islam, sebaliknya orang yang mendalami Islam malah diasosiasikan dengan sosok yang kurdet (kurang up-to-date). Paradigma tersebut coba diluruskan oleh FUKI Fasilkom UI melalui sebuah event tahunan bernama IslamICTFair.

Bertempat di Pusat Studi Jepang, rangkaian acara IslamICTFair akhirnya memasuki rangkaian penutupan. Pada rangkaian pamungkas inilah, IslamICTFair menghadirkan sinergitas antara Islam dengan ICT melalui final kompetisi UChamp,  yaitu sebuah ajang adu kreatif mahasiswa dalam aplikasi Islami berbasis Windows Phone. Tahap final ini diikuti oleh 10 kelompok yang telah menyisihkan sekitar 140-an kelompok lainnya di tahap penyisihan. Berikut ini merupakan kesepuluh finalis tersebut:

Nomor

Nama Tim

NamaKarya

1

PoyoPoyo Studio

Shaum Quest

2

Circle Squad

Islamic Daily Guide

3

Codelabs

Hyjab

4

Read Basmallah

AR Qiblat

5

Fatahillah

SantriKilat

6

R.A.D.A.R.

Zakat Yuk

7

Udin Team

Hidayah

8

Warung Mae Team Corp

SholatPedia

9

Azuro

IQRO

10

First Studio Team

Hijaiyah Hero

BiwDyFeCYAANb0s

Kesepuluh tim ini mempresentasikan karya kreatif mereka di hadapan dewan juri, yaitu Narenda Wicaksono (Developer Manager Nokia) dan Risman Adnan (Developer & Platform Director Microsoft Indonesia). Bahkan, Narenda memberi testimoni khusus dalam akun twitter-nya @narenda “Alhamdulillah beres jadi juri @IslamICTFair dan subhanallah banyak banget aplikasi keren. Semoga amalan dlm codingannya dibayar d akherat”. Berikut merupakan hasil final kompetisi ini:

  • Juara 1 : Udin Team
  • Juara 2 : First Studio Team
  • Juara 3 : PoyoPoyo Studio
  • Tim favorit : PoyoPoyo Studio

Wah, makin menarik saja kreativitas muslim-muslim muda yang penuh gairah dalam mengembangkan aplikasi-aplikasi Islam 😀

Selain itu, sebuah inspirasi tentang “tekad berubah” juga hadir di hari itu, tepatnya dalam sebuah seminar bertajuk “Design for Empowering Islamic Atmosphere” dengan bintang tamu Emeralda Noor Achni, seorang visualis dakwah dari AlFatih Studio. Berlatarbelakang sebagai lulusan Desain Komunikasi Visual (DKV), tentunya menjadikan Kak Emeralda akrab dengan dunia advertising serta media massa. Pasca lulus dari pendidikan S1 DKV, beliau awalnya menikmati pilihannya aktif berkecimpung di dalam media massa dengan segmen anakmuda yang penuh kebebasan dan ekspresif. Tak heran style desainnya sangat kental denga nsuasana gothic hingga punk.

Kejenuhan dan ketidak cocokannya dengan konsep materialistis dan kapitalis sebagai pakem tempat dia bekerja, menyebabkan pergulatan batin kerap ditemuinya. Puncaknya ketika dia kerap menemui kondisi dunia desain dan bisnis periklanan sangat kental dengan orientasi mengerung keuangan. Namun berangkat dari berbagai pergulatan tersebutlah, Kak Emeralda mulai menemukan hikmah yang secara perlahan-lahan menjawab semua kegundahan hatinya dalam menyikapi kehidupan. Kak Emeralda kemudian menyadari bahwa hakikat manusa hidup secara ringkas diuraikan dalam tiga pertanyaan, yaitu “dari mana asalnya”,  “untuk apa”, dan “akan kembali ke mana”. Ketiga pertanyaan tersebut jawabannya adalah Allah SWT sebagai Sang Pencipta.

Pilihan untuk move on alias mengubah jalan hidup ini tentunya sempat menemui kendala di mana kendala utama yang dihadapi Kak Emeralda adalah kebingunan dengan cara apa dia akan berdakwah. Ternyata ketika tekad sudah bulat, maka kesempatan untuk bersungguh-sungguh akan datang. Ustad Felix Siau kemudian memberikan rekomendasi kepada Kak Emeralda untuk berdakwah dengan kemampuan yang dimilikinya, yaitu desain grafis. Bahkan secara langsung Ustad yang dikenal melalui buku UdahPutusin Aja ini langsung menawarinya bekerjasama mendirikan studio desain grafis yang mempunyai fokus menyebarkan konten-konten positif sebagai jalan dakwah. Studio yang kini dikenal sebagai Studio Al Fatih inilah yang akhirnya menjadi “lahan” yang tepat bagi Kak Emeralda untuk berkontribusi di dalam Islam.

Sebuah talkshow juga disajikan pada sesi pamungkas dengan tema “Menginspirasi melalui Islam dan IT”. Talkshow ini menghadirkan tiga orang pembicara sekaligus, yaitu Andreas Sanjaya (CEO Badr Interactive), Oak Pracoyo (Wapimred Khazanah), dan Supandiar (Pengacara). Diawali dengan mengulas perjalanan Badr Interactive yang didirikan oleh kak Andreas bersama-sama rekannya dari Fasilkom UI. Idealisme untuk memberi manfaat menjaga pegangan yang terus dijaga dengan penuh komitmen, termasuk menolak tegas berbagai tawaran proyek yang memberi peluang korupsi. Meskipun demikian, mereka tidak membatasi diri dalam menerima klien dari non-muslim selama tidak bertentangan dengan aqidah. Apa yang menjadi idealisme kak Andreas bersama kawan-kawannya merupakan contoh yang tepat bahwa seorang muslim harus bisa memberi karya yang positif di bidang ICT. Pak Oak Pracoyo juga membagi kisah-kisah menarik seputar acara Khazanah yang menjadi sebuah tayangan yang pernah menuai kontroversi lantaran sempat diadukan ke KomisiPenyiaran Indonesia (KPI). Bagi tim redaksi sendiri, keinginan untuk menyajikan tema-tema Islami yang segar dan dibawakan dengan konsep tidak menggurui merupakan konsep yang menjadi acuan. Ketika ada ketersinggungan dari sebagian masyarakat, hal ini merupakan bagian dari dinamisnya kondisi sosial sehingga perlu mediasi secara baik-baik. Kedepannya, untuk menjaga persatuan antar umat muslim, redaksi Khazanah berupaya menghadirkan topik yang tidak berpotensi menimbulkan perselisihan. Hal ini tidak terlepas dari pemahaman bahwa dakwah haruslah disampaikan dengan baik-baik. Hal ini juga disetujui Bapak Supandiar yang menjelaskan bahwa kebebesan media massa dan elektronik di era saat ini, memang harus tetap mengedepankan etika mengingat ada regulasi yang berlaku dan mengatur konten. Sebagai umat muslim yang beradab, tentu kita tidak boleh sembarangan mempergunakan media, termasuk etika dalam bersosial media.

Pada acara puncak ini juga terdapat showcase finalis kompetisi desain infografis DOMINO serta seminar IT Works for Girls yang bertemakan “Cara Mudah Mengembangkan Bisnis melalui Online Shop”.

Biwe9teCUAAzbhY

Semoga dengan diselenggarakannya IslamICTFair dengan mottonya #BergerakMenginspirasi ini dapat mendorong teman-teman Muslim dan Muslimah lainnya untuk menginspirasi dunia, khususnya lewat IT 🙂

 

Salam #CintaMemesona


Mari Tebar Kebaikan!
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInShare on TumblrPin on Pinterest