Be a Moslem Enterpreneur

Banyak mahasiswa Fasilkom UI mulai melupakan pentingnya menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini diperparah dengan padatnya kegiatan akademis, kepanitiaan, dan organisasi di Fasilkom UI. Padahal sebagai seorang muslim, selain mempelajari ilmu duniawi, kita juga diwajibkan untuk menerapkan ilmu Islam. Kajian tentang ilmu keislaman merupakan solusi terbaik dan sederhana akan hal ini.

Alhamdulillah, pada hari Selasa, 22 April 2014 Departemen Syiar FUKI Fasikom UI mengadakan Kalam (Kajian Islam) edisi pertama dengan tema “Be a Moslem Entrepreneur”. Bertempat di Aula Gedung B Fasilkom UI, acara yang diperuntukkan untuk seluruh civitas akademika UI ini dihadiri oleh lebih dari 50 orang peserta, dengan Kak Big Zaman dari Badr Interactive sebagai pembicara.
Tujuan utama dari acara ini adalah untuk memberikan gambaran kepada peserta mengenai langkah-langkah memulai bisnis dengan sistem yang sesuai dengan syariat Islam. Hal ini untuk menjadikan bisnis yang dijalani mendapatkan ridho Allah SWT, di samping memperoleh keuntungan.

KALAM 1

Dengan tema ini, diharapkan peserta mendapat pengetahuan baru mengenai ilmu berbisnis dalam Islam dan tips untuk memasarkan produk-produk Islami. Mungkin masih banyak yang belum mengetahui tentang pasar dari produk Islami, sehingga untuk berbisnis produk Islami masih ragu untuk dilakukan.

Pembahasan materi diawali dengan sejarah berdirinya Badr Interactive. Badr Interactive berdiri Mei 2011, dengan tiga orang pendiri. Berawal dari sebuah kelompok mentoring, dengan murobbi/mentornya (Mas Yuwono) sebagai pendiri utama yang sebenarnya sudah mencapai karir yang tinggi setelah bekerja di beberapa perusahaan.

Walaupun sudah mencapai puncak karir dengan gaji yang tidak sedikit, beliau (Mas Yuwono) tetap merasa ada yang kurang. “I feel… discouraged, very busy, empty”. Beliau berpikir untuk apa selama ini dia bekerja? Uang? Pengalaman? Idealitas bertemu realitas… “I missed… my family, old times, works for Allah”. Hingga akhirnya beliau memutuskan untuk berhenti menjadi pekerja di suatu perusahaan. Beliau terbangun untuk mendirikan “dakwa company”, menghasilkan suatu produk, membentuk tim mujahid, dan berdirilah Badr Interactive.

Apa itu “dakwa company”? Yaitu menyebarkan nilai-nilai Islam melalui produk dan layanan yang diberikan.

Mengapa “dakwa company”? Perusahaan dinisbatkan untuk dakwah, untuk Allah, agar Allah yang menjaganya.

Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (QS Muhammad: 7)

Visi Badr Interactive:

  • Meninggikan Islam melalui IT

  • Menjadikan inkubator IT muda muslim Indonesia yang berkualitas dan berdaya saing

  • Memberikan manfaat ke masyarakat luas

Apa yang dikerjakan Badr Interactive?

  • Non commercial product (kontribusi untuk umat)

  • Commercial product

  • Commercial project

Walaupun baru berjalan selama tiga tahun, Badr Interactive memperoleh berbagi prestasi, misalnya seperti banyaknya klien, banyaknya media yang meliput, merupakan salah satu dari 20 perusahaan terbaik versi majalah Teknopreneur, dan juga meraih kemenangan di beberapa perlombaan. Berbagai pencapaian tersebut menunjukkan bahwa pertolongan Allah benar-benar nyata. Namun, bukan berarti kita harus menjadi pengusaha, karena yang paling mulia bukanlah dilihat dari tempat seseorang bekerja, perusahaan yang dia punya, tetapi yang paling mulia adalah yang bertakwa kepada Allah SWT. Yang terpenting, apapun profesinya, pekerja atau pengusaha, selalu pertahankan keIslaman kita. Jadilah orang paling mulia dengan menjadi orang bertakwa. Walaupun memang dalam Islam, berdagang lebih utama, “Dari 10 pintu rezeki, 9 di antaranya dengan jalan berdagang”.

Di akhir materi, sebelum diadakan sesi tanya-jawab, Kak Big Zaman berpesan bahwa kita harus selalu bersemangat menjalani apapun yang telah kita pilih. Pilihlah hal yang disukai, sehingga kita dapat melakukannya secara optimal. Kerjakan yang kita cintai, atau cintai yang kita kerjakan. Niatkan pekerjaan hanya untuk Allah, sebagai ibadah kepada Allah.


Mari Tebar Kebaikan!
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInShare on TumblrPin on Pinterest

One thought on “Be a Moslem Enterpreneur

Comments are closed.