KALAM AKBAR “Tauhid dalam Niat dan Ibadah”

Alhamdulillah, pada hari Selasa, 18 November 2014 kemarin FUKI Fasilkom telah menyelenggarakan KALAM AKBAR (Kajian Islam) bertemakan “Tauhid dalam Niat dan Ibadah”, bersama pembicara Ust. Asep Supriatna (@asepfakhri).

20141118_175150_HDR

“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan dalam surga, dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya.” (QS. Ali Imran: 185)

Seperti yang tercantum dalam ayat di atas, kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang menipu. Allah memberikan peringatan kepada manusia untuk berhati-hati terhadap dunia, banyak manusia lalai karena dunia.

Tauhid, terbagi menjadi tiga:

– Tauhid rububiyah: meyakini bahwa Allah swt. pencipta alam semesta dan seisinya

– Tauhid uluhiyah: meyakini bahwa hanya Allah satu-satunya Dzat yang patut kita sembah, hanya kepada-Nya kita beribadah

– Asma wa shifat: tauhid tentang sifat-sifat Allah

“Dan milik Allah meliputi rahasia langit dan bumi dan kepada-Nya segala urusan dikembalikan. Maka sembahlah Dia an bertawakallah kepada-Nya. Dan Tuhan-mu tidak akan lengah terhadap apa yang kamu kerjakan.” (QS. Hud: 123)

Tauhid berkaitan erat dengan akidah. Secara umum, akidah seseorang dapat ditentukan melalui pertanyaan-pertanyaan berikut:

DARI MANA manusia dan kehidupan ini?

UNTUK APA manusia dan kehidupan ini?

AKAN KE MANA manusia dan kehidupan ini?

Seseorang yang beriman akan menjawab, manusia dan kehidupan ini berasal dari Allah swt, untuk beribadah kepada Allah swt., dan nantinya akan kembali kepada Allah swt.

Namun, sebagian manusia yang mengingkari keberadaan Allah swt, menganggap bahwa manusia dan kehidupan berasal dari materi, dan akan kembali menjadi materi. Manusia yang meyakini hal ini tidak akan memiliki tujuan untuk apa mereka hidup, sedangkan orang yang beriman kepada Allah swt. akan memiliki tujuan yang jelas dalam hidupnya, yaitu untuk beribadah kepada Allah swt.

Allah tidak hanya kita yakini sebagai pencipta, Allah juga yang mengatur hidup kita, dan nantinya kita akan diminta pertanggungjawaban atas apa yang telah kita perbuat. Orang yang memiliki tauhid kepada Allah swt. yang kuat, akan meyakini bahwa hanya Islamlah sistem kehidupan yang benar dan sempurna. Syariat Islam mengatur secara lengkap bagaimana seharusnya manusia menjalani kehidupannya.

“Apabila bumi diguncangkan sedahsyat-dahsyatnya, dan gunung-gunung dihancurluluhkan sehancur-hancurnya, maka jadilah ia debu yang beterbangan, dan kamu menjadi tiga golongan, yaitu golongan kanan, alangkah mulianya golongan kanan itu, dan golongan kiri, alangkah sengsaranya golongan kiri itu, dan orang-orang yang paling dahulu (beriman), merekalah yang paling dahulu (masuk surga), mereka itulah orang yang dekat (kepada Allah), berada dalam surga kenikmatan, segolongan besar dari orang-orang terdahulu, dan segolongan kecil dari orang-orang kemudian.” (QS. Al-Waqi’ah: 4-14)

Pada hari kiamat, manusia akan dibagi menjadi 3 golongan:

– Golongan kanan: orang-orang yang berhasil melalui ujian kekufuran, yang beriman kepada Allah, namun masih belum dapat melalui ujian dunia dengan baik. Mereka akan masuk surga, ketika sudah bersih dari dosa-dosa (dosa-dosa yang ada dibersihkan terlebih dahulu di neraka)

– Golongan kiri: orang-orang yang tidak dapat melewati ujian kekufuran

– Golongan yang dekat (kepada Allah): nabi, rasul, syuhada, orang shalih, orang-orang yang berhasil melewati ujian dunia. Mereka didahulukan, langsung masuk surga.

Ekspresi Tauhid –Iman:

– Iman

– Sikap: hidup untuk ibadah/ prinsip ibadah

– Perilaku: mengaitkan seluruh perbuatan dengan syariat Islam

– Taqwa: derajat kemuliaan di sisi Allah swt.

Semoga materi yang disampaikan pada kajian ini bermanfaat, dan dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-sehari. Semoga kita dapat menjadi orang yang bertaqwa. 🙂

“Barangsiapa yang menempuh jalan untuk menuntut ilmu, Allah akan memperjalankan dia pada salah satu jalan dari beberapa jalan menuju surga…” (HR. Abu Daud)

 20141118_174703_HDR


Mari Tebar Kebaikan!
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInShare on TumblrPin on Pinterest