Kajian Cerdas #1

Isu LGBT saat ini sedang berkembang, termasuk di UI. LGBT tergolong istilah baru. Istilah LGBT mulai muncul sekitar tahun 90an. Dikenal juga sebagai gender ketiga. LGBT bukan persoalan baru karena telah ada sejak zaman nabi Luth.

LGBT merupakan masalah yang sensitif. Dalam konteks norma sosial dan agama, LGBT adalah hal yang menyimpang. Jika dibahas dari sisi agama, persoalan LBGT sesungguhnya telah selesai, sudah jelas hukumnya, dianggap sebagai pezina. Namun tidak jika dibahas dari sisi sosial, politik, maupun budaya. Terjadi masalah karena banyak yang menganggap LGBT boleh-boleh saja dari sisi humanisme.

LGBT kini bukan hanya suatu penyimpangan individu, tapi sudah menjadi suatu gerakan sosial. Lebih parah lagi, LGBT merupakan gerakan akan ideologis yang berbahaya dan didukung oleh lembaga remsi tingkat dunia. LGBT didukung dana dari pemerintah dengan dalih kesetaraan gender. Meskipun demikian, penderita justru tidak dominan berada di dalam gerakan-gerakan LBGT.

Feminisme merupakan aktivitas teroganisir yang mengatasnamakan kepentingan perempuan. Feminisme lahir di barat karena nilai sosial dan budaya menempatkan perempuan pada tempat yang inferior. Agama dianggap menindas perempuan. Ada ayat Al Qur’an yang disalah tafsirkan oleh Feminis sebagai bentuk penindasan atas dasar nafsu. Tujuan gerakan feminisme pertama adalah agar perempuan diakui dan diberikannya hak yang sama. Justru islam yang pertama kali mengangkat hak derajat wanita.

Sesi Diskusi:
1. Obat/Terapi untuk orang dengan orientasi seksusal berbeda memang tidak enak. Pengobatan dari barat misalnya, ketika seorang laki-laki cenderung menyukai sesamanya, saat akan melakukan hubungan, akan ada elektrik kejut, yang tujuannya untuk membuatnya merasa sakit, sehingga merasa syok ketika akan berhubungan dengan sesamanya.
2. KDRT dalam Rumah Tangga:

  • Di dalam Teks Al-Qur’an, terdapat ayat bahwa Suami boleh memukul istrinya. Para Ulama sudah memberikan penjelasan yang detail mengenai tata cara, syarat boleh memukul istri, sehingga seorang suami tidak bisa sembarangan memukul istrinya.

3. Untuk menjawab pertanyaan LGBT dari orang yang setuju dengan LGBT yaitu:

  • Memakai kaidah/hasil dari penelitian yang menjelaskan bahwa LGBT merupakan sesuatu yang tidak boleh dilakukan.
  • Dasar pendapat bahwa LGBT boleh dilakukan juga berasal dari penelitian. Padahal penelitian bukan sumber ilmu yang mutlak, suatu saat bisa saja ilmuwan meralat/menjatuhkan penelitian sebelumnya.

4. Hal-hal yang dilakukan apabila memiliki pasangan yang memiliki orientasi seks berbeda yaitu:

  •  Apabila kita bisa membantu untuk menyembuhkannya, sebaiknya kita tetap bertahan dan membantunya hingga sembuh.
  • Apabila timbul mudharat yang lebih banyak, sebaiknya kita tinggalkan.

5. Jika kita bertemu dengan seorang LGBT, yang harus kita lakukan adalah:

  •  Tetap mendekatinya secara individu, jangan sekali-kali melakukan perbuatan-perbuatan diskriminatif terhadap mereka, terutama bullying.
  • Sebagai bagian dari LDF ataupun LDK, kita harus berusaha untuk merangkul mereka, jangan sampai komunitas/lembaga pro LGBT yang merangkul.

Karena LGBT merupakan hal yang melanggar fitrah dari Allah, maka kita harus mengajak mereka (pelaku LGBT) untuk kembali ke fitrah-Nya, laki-laki berpasangan dengan perempuan dan perempuan berpasangan dengan laki-laki. Karena sebenarnya orientasi seksual hanya berupa keinginan, kita harus menjaga orientasi seksual kita sesuai fitrah Allah, agar tidak terjadi perilaku seksual yang menyimpang seperti halnya LGBT ini.

Writer: Edwin Aditya


Mari Tebar Kebaikan!
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInShare on TumblrPin on Pinterest