Jangan Mengeluh

jangan-mengeluh

oleh Wahyu Prihantoro

Dalam sebuah hadits shahih Muslim, diriwayatkan dari Muhammad bin Mukadir, dan juga diriwayatkan oleh Jabir, dimana di dalam hadits tersebut bersabda Rasulullah SAW bahwa Jibril menceritakan kepada Rasulullah SAW tentang seorang manusia yang dalam hidupnya selama 500 tahun selalu, siang dan malam beribadah dan bersujud kepada Allah SWT. Jibril berkata : ”Kami temukan tulisnya (ceritanya) di lauhil mahfudz, bahwa: ia akan dibangkitkan kelak dihari kiamat dalam keadaan masih tetap bersujud dan diajukan kepada Allah, firmanNya: ”Masukkanlah hamba-Ku ini ke surga karena Rahmat-Ku.” Tetapi hamba itu menjawab: ”Melainkan karena amalku semata.”

Lalu Allah SWT menyuruh Malaikat untuk menghitung semua amalnya dibanding nikmat pemberianNya, dan ternyata setelah penotalan amal keseluruhan selesai, dan dimulai dengan menghitung nikmatnya mata saja sudah melebihi pahala ibadahnya sepanjang 500 tahun, padahal nikmat-nikmat yang lain-lainnya jauh lebih besar dan berharga.

Lalu Allah SWT berfirman: ”Lemparkan ia ke dalam Neraka.” Kemudian Malaikat membawanya dan akan dilemparkan ke dalam Neraka, tetapi di tengah perjalanan menuju Neraka, ia menyadari kekeliruannya dan menyesal seraya berkata:”Ya Allah, masukkanlah aku ke surga karena Rahmat-Mu.”

Akhirnya firman-Nya kepada Malaikat:”Kembalikanlah ia.”

Lalu ditanya ia:”Siapakah yang menciptakan kamu dari asalnya (tiada)?”

Jawabnya:”Engkau ya Allah.”

Lalu hal itu dikarenakan amalmu ataukah Rahmat-Ku?.”

Jawabnya:”Karena Rahmat-Mu.”

Dari hadits tersebut kita dapat menyimpulkan bahwa rahmat dan nikmat yang sudah Allah SWT berikan kepada hamba-Nya sangat besar dan tidak terhitung. Maka sudah sepantasnya kita sebagai hamba-Nya untuk terus bersyukur dan jangan mengeluh dengan takdir yang sudah Allah SWT berikan. Kita harus berhusnuzan kepada Allah SWT, tidak mungkin Allah SWT memberikan cobaan kepada hamba-Nya melainkan dengan kesanggupannya. Sesuai dengan firman Allah SWT di surat Al-Baqarah potongan ayat 286 : “Allah tidak membebani seseorang melainkan dengan kesanggupannya. ……”. Bisa jadi ketika kita mengeluh, secara tidak langsung sama saja dengan suudzan kepada Allah SWT.

Allah menguji hambaNya di dalam kehidupan dunia sebagai tolak ukur kadar keimanan tiap-tiap hambaNya. Hal tersebut sesuai dengan firman Allah SWT surat Al-Ankabut ayat 2-3 : “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan,”Kami telah beriman”, sedangkan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.”

Maka itu seharusnya jangan lah kita mengeluh kepada Allah SWT atas segala ujian yang dihadapi. Seharusnya senantiasa mengingat-ingat dan bersyukur atas segala nikmat yang sudah Allah SWT berikan dan terus ber-husnuzan kepada Allah SWT dengan bekerja keras dan diiringi dengan berdoa agar ujian yang dihadapi dapat dilewati dengan baik.

Source : http://syiar.in/jangan-mengeluh/


Mari Tebar Kebaikan!
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInShare on TumblrPin on Pinterest