Mengembalikan Fasilkom ke Masa yang Dicintai

Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh.                                                                    

bismi-llāhi r-raḥmāni r-raḥīm.

FFF-SospolFUKI, Jakarta: Menuju bulan Ramadhan yang sudah dekat ini, semakin banyak isu sosial yang menguap ke permukaan masyarakat Indonesia, terutama di lingkungan kita Depok dan Jakarta. Masih dalam lingkungan sekitar Depok dan Jakarta, kemacetan yang terjadi secara konstan membuat protes- protes terus berlangsung mengisyaratkan pemerintah kota yang bersangkutan untuk mengambil langkah tegas. Selain itu pembangunan Tol SiJago yang menuai protes keras warga sekitar akibat penggusuran warga depok dan berbagai masalah yang tak tertangani sekarang maupun kemudian. Beralih dari kota Depok dan sekitarnya, kita akan melihat isu yang lebih dekat dengan kita, pembangunan lingkungan Universitas Indonesia.

Sejatinya lingkungan UI memang butuh pemugaran, setelah beberapa tahun tidak mengalaminya UI kali ini memperbaiki sistem pedestrian highway nya. Pedestrian highway UI kali ini semakin aman dan ditambahkan guidelines bagi tunanetra, semoga cepat selesai dan kata terima kasih seharusnya kita ucapkan bagi para petinggi Universitas Indonesia. Kemudian beralih kita ke Fakultas Ilmu Komputer yang kita pijaki sehari-hari. Bagaimana kondisi Fasilkom menurut para pembaca? Apakah sudah nyaman? Mari kita bahas apa saja ciri dari Fasilkom yang sudah nyaman. Menurut tradisi, Fasilkom nyaman itu memiliki 3 kriteria yaitu, kebersihan ketertiban dan etika. Kondisi pertama kebersihan, menurut pengalaman mahasiswa Fasilkom kebersihan selalu terjaga di Fasilkom, terima kasih kepada janitor dan rekan-rekan oleh karenanya.

Namun beberapa titik yang jarang dijangkau seperti tenda di depan gedung A, sekre square, masih terdapat bekas- bekas botol minum plastik dan kertas- kertas yang berserakan, oleh karena itu apabila melihat hal tersebut kita harus langsung membuangnya. Ada hal menarik, di kelas kelas sering terdapat kumpulan botol plastik yang ditaruh sembarangan, sehingga saat ingin mengambil, mahasiswa terkadang takut tertukar sehingga ditinggal saja botol plastik mereka di ruang kelas tersebut. Hal seperti ini seharusnya dapat kita ambil pelajaran darinya. Kemudian ketertiban, pertama hal yang sangat tinggi urjensi nya adalah tempat parkir baik motor ataupun mobil. Seringkali tempat parkir penuh sehingga banyak pemotor melakukan parkir di tengah jalan. Dengan alasan apapun hal ini adalah pelanggaran ketertiban. Bila tidak mendapat parkir lebih baik cari tempat di luar Fasilkom demi kenyamanan bersama. Apabila telat, maka bangun pagi adalah solusinya. “Barangsiapa yang membawa mudarat maka Allah akan memudartkan dirinya sendiri, sesiapa yang menyusahkan orang lain, Allah akan menyuasahkannya pula”  (Riwayat Abu Daud, no 3635, 3/315; Ahmad, 3/453 ; Tirmidzi : Hasan Gharib ; Syeikh Syuaib, Hasan Bi Syawahidi) itu adalah akibat dari orang yang menyusahkan sesamanya, oleh karena itu taatilah aturan yang ada. Kemudian perihal etika, sudah jelas bahwa elemen mahasiswa adalah bagian dari masyarakat Fasilkom, sehingga menyapa mereka adalah salah satu bagian dari Fasilkom yang lebih nyaman. Selain itu tanggung jawab adalah salah satu etika yang dibutuhkan di Fasilkom, menaruh piring ke meja biru adalah contohnya, tegurlah teman kita yang tidak menaruh piringnya ke meja biru, ajarilah mereka cara bertanggung jawab walaupun sangat kecil. Dan apabila menemui pendatang dari luar Fasilkom yang merokok, tegurlah karena sejatinya lingkungan Fasilkom adalah lingkungan yang sehat bebas rokok.

Sesungguhnya islam adalah agama yang paling sempurna. Rasulullah adalah rahmatan lil alamin. Dan Al-Qur’an adalah pedoman hidup kita.

Do’a diberikan petunjuk:

Allahumma arinal-haqqa haqqan warzuqnat-tiba’ah, wa arinal-batila batilan warzuqnaj-tinabah, bi   rahmatika ya arhamar-rahimeen.

“Ya Allah Tunjukilah kami kebenaran dan berikan kami jalan untuk mengikutinya, dan tunjukanlah kami kebatilan dan berikan kami jalan untuk menjauhinya”.

Wassalamu ‘alaikum warahmatullah wabarakatuh.


Mari Tebar Kebaikan!
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInShare on TumblrPin on Pinterest