Kaitan Tabayyun dengan Berita Palsu

Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh.                                                                    

bismi-llāhi r-raḥmāni r-raḥīm.

FFF-SospolFUKI, Jakarta: Masih kita diberi keselamatan dan karunia dalam bulan sya’ban, yang merupakan bulan dimana amal-amal kita diangkat untuk dihadapkan kepada Tuhan. Dan sebentar lagi kita akan menyambut bulan Ramadhan dengan sukacita dan penuh kegembiraan, sehingga syukur patut dilakukan demi mencapai ridho Allah SWT. Merekapitulasi bulan-bulan sebelum bulan Ramadhan ini, banyak individu yang tanpa disadari menyebar mudharat di muka bumi demi mencapai sebuah keinginan yang barangkali bersifat duniawi. Namun ada satu hal yang belakangan ini sangat menarik perhatian publik, adalah penyebaran berita palsu yang semakin luas penyebarannya diakibatkan oleh pertumbuhan media komunikasi  online di beberapa wilayah di Indonesia.

Pertama, apasih yang dimaksud berita palsu? Berita palsu itu adalah penyebaran berita yang nilai kebenarannya adalah salah yang disebarluaskan demi kepentingan orang atau golongan tertentu. Berita palsu tidak selalu disebarkan oleh orang yang berkepentingan, seiring banyaknya pengguna media komunikasi sosial, banyak pengguna awam yang membaca berita palsu yang terpajang lalu disebarkannya. Pihak yang membuat berita palsu tersebut tidak terlibat langsung dalam penyebaran berita palsu, karena tidak mengawali dalam mengirimkan berita tersebut.

Kedua, bagaimana sih kalo berita palsu tersebar? Kami dengan berbagai pertimbangan merengkumnya menjadi 3 yang paling penting. Pertama, Dapat menimbulkan fitnah terhadap orang lain yang sebenarnya tidak bersalah, karena tanpa adanya keabsahan informasi yang jelas. Kedua, Memutuskan tali silaturahmi yang tidak dianjurkan dalam ajaran agama islam. Ketiga, Dapat menimbulkan permasalahan yang akan berakibat fatal dikemudian hari, seperti dendam bahkan sampai pada pertumpahan darah. Jadi akibat bagi penyebar berita berita palsu adalah setara dengan hukum melakukan fitnah, yang lebih kejam dari pada pembunuhan, hukum memutus tali silaturahmi dan hukum mengadu domba bahkan membunuh orang banyak.

Ketiga, bagaimana agar kita terhindar dari pengaruh penyebaran berita palsu? Jawabannya adalah mari ber Tabayyun, sebagaimana telah difirmankan Allah SWT :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan) yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu.

[al-Hujurât/49:6].

Dalam firman Allah SWT tersebut berperilaku teliti atau bertabayyun adalah untuk menghindari kebodohan dan merugikan orang lain. Dalam membedakan berita yang baik dan yang palsu, setiap individu memiliki cara yang berbeda. Tetapi jika kita sudah merasa teliti, setidaknya kita sudah terhindar dari kebodohan, oleh karenanya sebagai umat muslim, apabila kita merasa sudah mengikuti aturan dalam islam jangan takut salah.

Terakhir adalah bagaimana jika kita tidak sengaja menyebar berita palsu? Pertama kita lihat ayat berikut:

إِنَّ اللَّهَ كَرِهَ لَكُمْ ثَلاَثًا قِيلَ وَقَالَ ، وَإِضَاعَةَ الْمَالِ ، وَكَثْرَةَ السُّؤَالِ

 Sesungguhnya Allah membenci 3 hal untuk kalian: [1] menyebarkan berita burung (katanya-katanya); [2] menyia-nyiakan harta; dan [3] banyak bertanya. (HR. Bukhari 1477 & Muslim 4582).

Terlebih ketika berita itu bisa bikin geger di masyarakat. Allah SWT mencela orang yang suka menyebarkan berita yang membuat masyarakat ribut. Dalam al-Quran, Allah SWT menyebut mereka dengan al-murjifuun (manusia pembuat onar).Namun kita dapat mereka ulang dan memperbaiki kesalahan tersebut apabila, Pertama, orang yang melakukan kesalahan tanpa disengaja, maka tidak ada dosa baginya, seperti yang ada pada QS. al-Ahzab: 5. Kedua, ketika sudah tersebar di forum, berikan penjelasan di forum yang sama bahwa berita itu dusta. Dan itulah yang terjadi apabila kita tidak ber Tabayyun. Semoga dengan penjelasan tentang Tabayyun kita dapat sama-sama memetik kebaikan darinya.

Sesungguhnya islam adalah agama yang paling sempurna. Rasulullah adalah rahmatan lil alamin. Dan Al-Qur’an adalah pedoman hidup kita.

Do’a diberikan petunjuk:

Allahumma arinal-haqqa haqqan warzuqnat-tiba’ah, wa arinal-batila batilan warzuqnaj-tinabah, bi   rahmatika ya arhamar-rahimeen.

“Ya Allah Tunjukilah kami kebenaran dan berikan kami jalan untuk mengikutinya, dan tunjukanlah kami kebatilan dan berikan kami jalan untuk menjauhinya”.

Wassalamu ‘alaikum warahmatullah wabarakatuh.


Mari Tebar Kebaikan!
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInShare on TumblrPin on Pinterest