Perlukah Copyright pada Aplikasi ?

Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh.

bismi-llāhi r-raḥmāni r-raḥīm.

FFF-SospolFUKI, Jakarta: Mendekati bulan Ramadhan yang sudah sangat bersinar di depan mata kita, muncul berbagai isu politik di Negara Kesatuan Republik Indonesia kita ini. Namun isu politik tersebut marilah kita kawal dan tuntun hingga nanti. Sembari mengawal isu politik di NKRI ini, marilah kita membahas sebuah isu yang sudah ada sejak dahulu, yang masih sering diperdebatkan dengan tanpa penyelesaian hingga sekarang, yang belum dapat memenuhi kepuasan logika maupun rohani kita. Isu ini adalah tentang seberapa pentingnya copyright pada aplikasi dan dampak dari copyright pada aplikasi yang tersebar luas pada internet.

Pada dasarnya, sebuah aplikasi adalah pekerjaan dari seseorang, sebuah organisasi, atau sekumpulan orang yang memiliki tujuan untuk mempermudah atau mempercepat pekerjaan yang berhubungan dengan aritmetika atau operasi matematika. Namun seiring bertambahnya kecerdasan dan populasi manusia, aplikasi makin bertambah canggih sehingga memungkinkan dibuatkannya aplikasi untuk keperluan lain seperti , musik, desain grafis, internet peripheral dan bahkan games. semua hal yang dilakukan aplikasi di zaman millenial ini adalah untuk mempermudah penggunanya melakukan sesuatu sebagaimana tujuan utama dari dibuatnya aplikasi tersebut. Namun dengan dibuatnya aplikasi tersebut banyak copyright yang diciptakan untuk melindunginya, lalu apakah perlu sebuah copyright pada sebuah aplikasi yang digunakan oleh banyak orang?

Dengan segala hal yang mungkin terjadi di internet, copyright adalah salah satu pelindung dari hal buruk yang dapat terjadi, seperti pencurian data, pencurian kode sumber atau bahkan membuat imitasi dari aplikasi tersebut. Namun dengan banyaknya copyright yang diberikan pada sebuah aplikasi, membuat aplikasi tersebut menjadi mahal. Dengan kondisi seperti ini, muncul kembali masalah pembajakan aplikasi yang akan selalu terjadi akibat harga dari aplikasi tersebut yang tidak dapat dijangkau. masalah lain juga muncul akibat harga yang mahal, yaitu penurunan produktivitas akibat aplikasi tersebut memiliki harga berlangganan yang begitu tinggi, sehingga pengguna tidak dapat mengakomodasi ongkos aplikasi tersebut. Oleh karena itu, bagaimana kita sebagai future technopreneur menanggapinya?

Terkadang masalah seperti ini sering dianggap sepele oleh banyak orang, bagi seorang pengguna yang merasa tidak mampu untuk membeli, menggunakan versi bajakan adalah salah satu pilihan baginya. Bagi seorang developer yang beranggapan bahwa aplikasi mereka adalah satu- satunya, kemudian mereka mematok harga aplikasinya setinggi langit. Hal seperti ini adalah keseimbangan yang bernilai buruk. Sudah seharusnya pengguna dan developer mengkaji ulang pemikiran mereka. Para pengguna harus mulai memikirkan solusi dari pembajakan aplikasi, seperti mencari alternatif dari aplikasi tersebut atau mulai menabung, karena sebenarnya pembajakan aplikasi adalah pencurian intelektualitas yang tidak baik bagi kehidupan bermasyarakat dalam NKRI ini. Sementara para developer harus menata ulang pemikiran mereka, tujuan dari dibuatnya aplikasi adalah untuk mempermudah pengguna, bukan mempersulit pengguna dengan menarafkan harga menjadi tidak terjangkau. Lebih baik developer dari suatu aplikasi membuat harga berlangganan yang terjangkau, sehingga banyak orang akan membayar karena tidak terlalu mahal, selain itu hal tersebut akan mengurangi resiko pembajakan aplikasi mereka. Bagi developer prinsip “sedikit demi sedikit menjadi bukit” adalah sebuah alternatif daripada melihat aplikasi milik mereka dibajak. Semoga pemikiran kita sebagai sesama manusia yang terhormat di bumi ini dapat membedakan yang baik dan yang buruk, meskipun hal tersebut terlihat seperti hal yang kecil.

Sesungguhnya islam adalah agama yang paling sempurna. Rasulullah adalah rahmatan lil alamin. Dan Al-Qur’an adalah pedoman hidup kita.

Do’a diberikan petunjuk:

Allahumma arinal-haqqa haqqan warzuqnat-tiba’ah, wa arinal-batila batilan warzuqnaj-tinabah, bi   rahmatika ya arhamar-rahimeen.

“Ya Allah Tunjukilah kami kebenaran dan berikan kami jalan untuk mengikutinya, dan tunjukanlah kami kebatilan dan berikan kami jalan untuk menjauhinya”.

Wassalamu ‘alaikum warahmatullah wabarakatuh.


Mari Tebar Kebaikan!
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInShare on TumblrPin on Pinterest