Krisis Kemanusiaan dalam Pandangan Indonesia

Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh.

bismi-llāhi r-raḥmāni r-raḥīm.

FFF-SospolFUKI, Jakarta: Indonesia adalah salah satu negara kepulauan terbesar di dunia. Tentu saja, dari belasan ribu pulau yang ada di Indonesia, masing-masing daerah pasti punya budaya masing-masing. Ada banyak ras, suku, etnik, dan budaya yang ada di Indonesia. Apalagi setiap daerah punya keunikan masing-masing. Menurut Koentjaraningrat “masyarakat adalah kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu system adat istiadat tertentu yang bersifat kontinu,dan yang terikat oleh suatu rasa identitas bersama”. Meskipun akan ada perbedaan yang mungkin menghasilkan konflik, namun kita harus tetap berfikir bahwa kita adalah satu. Bentrokan dan konflik yang terjadi diantara ras atau suku bisa dihindari dengan cara memberikan perlindungan kepada setiap warga negara. Itu tugas negara sebagai pelindung, sebagai warga negara, kita tidak boleh hanya diam saja. masyarakat harus bisa bertoleransi dengan orang-orang yang berbeda dari mereka. dalam kehidupan sehari toleransi dapat dilakukan dengan berbicara dengan jujur tanpa ada yang terselubung, Jangan pernah usik keimanan orang lain, jangan menggurui apapun kondisinya, Hargailah setiap orang yang dijumpai, dan yang terakhir junjung tinggi persatuan Indonesia dalam Pancasila.

kemudian, masyarakat tidak hanya sebatas Indonesia warga dunia juga adalah masyarakat. namun apakah kenyataan toleransi sudah terwujud dalam masyarakat dunia? Menurut Karl Marx, “masyarakat adalah suatu struktur yang menderita suatu ketegangan organisasi atau perkembangan akibat adanya pertentangan antara kelompok-kelompok yang terbagi secara ekonomi”. seperti kata karl marx, dunia tebentuk dari adanya konflik yang membuat dunia terbagi-bagi, dan itulah yang terjadi dalam dunia kita sekarang. perebutan wilayah yang menghasilkan sesuatu yang berharga seperti minyak bumi di suriah, dan gas alam pada tempat-tempat ternetu adalah musabab awal terjadinya pengelompokan tersebut. baru saja terjadi, muslim rohingya menjadi sasaran tentara myanmar karena masalah etnis agama dan permasalahan terorisme yang dilakukan umat muslim. namun tentu saja tidak semua orang percaya, menurut logika, sekuat apa memang persenjataan umat muslim rohingya, dan ditambah lagi daerah penyerangan di rakhine adalah tempat dari hulu dari gas alam yang menyelimuti perut myanmar, tentu saja jika dilihat maka penyerangan terhadap kaum muslimin di rohingya adalah untuk memukul mundur pihak-pihak yang mengusik sumber ekonomi yang dikuasai pemerintah myanmar. namun inilah yang terjadi, seolah membiarkan saja, dunia diam disaat krisis kemanusiaan ini terjadi, sebagai contoh, Indonesia mengirimkan bantuan hanya sebatas uang dan suplai makanan dalam jumlah ringan, meskipun terlihat nyata namun ini hanyalah bantuan yang sepintas terlihat untuk menggugurkan kewajiban saja. kirimlah diplomat untuk menegosiasikan interest masing-masing negara, jangan hanya mengirimkan perwakilan dari kementrian yang terlihat hanya datang lalu mengecam lalu pulang kembali dengan tangan kosong. pasti ada sesuatu yang diinginkan negara myanmar, apabila kita memang berniat untuk menyelesaikan masalah dengan berdiplomasi, kita harusnya mencanangkan sesuatu saat berkunjung ke sana. ada pula cara militer yang mungkin akan menjadi solusi terakhir. tapi intinya adalah dunia masih belum menyadari bahwa menyelamatkan rohingya adalah misi kemanusiaan, dan dunia sedang mengalami krisis akibat banyak orang yang lebih percaya kalau ini adalah krisis antar agama. kondisi dari warga rohingya sendir sekarang sedang mencoba mengungsi ke bangladesh. bangladesh dulunya menolak menjadi tempat pengungsian, tapi mereka sadar bahwa mereka harus menjadi contoh bagi seluruh dunia karena lokasinya yang paling dekat. dan yang paling mencekam adalah, beberapa dari pengungsi yang berhasil kabur dari tentara myanmar mengaku bahwa mereka dituduh mencuri senjata milik pasukan militer myanmar, lalu dipaksa memberi tahu atau mereka akan diperkosa lalu dibunuh. itulah sedikit gambaran dari penyiksaan yang terjadi bagi para muslim rohingya yang bersusah payah mencari perlindungan.

berdiplomasi adalah jalan yang paling utama dalam membantu umat muslim rohingya. Adapun cara menghadapi pemimpin yang zhalim, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menyuruh utusanNya, yaitu Nabi Musa Alaihissallam agar mendatangi Fir’aun dan menasihati dengan lemah lembut. Lihat surat An Naziat ayat 17-18 dan Thaha ayat 44. Jika Fir’aun sebagai peimpin manusia yang berbuat kemusyrikan hingga menyatakan dirinya sebagai tuhan dinasihati dengan lembut, tentunya pemimpin yang tidak sebesar fir’aun berhak untuk dinasihati dengancara yang lemah lembut pula. kemudian berdiplomasi juga didukung oleh hadits. Iyadh bin Ghanim berkata,”Wahai, Hisyam bin Hakam! Sungguh kami telah mendengar apa yang kamu dengar, dan kami melihat apa yang kamu lihat. Bukankah kamu mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,’Barangsiapa ingin menasihati pemimpin dalam suatu perkara, janganlah membongkar kesalahannya., Hendaknya mendatangi dan menasihatinya dengan baik. Jika diterima, itulah manfaatnya. Jika tidak, dia telah menunaikan kewajibannya’.” [HR Imam Ahmad, 1/403 dan As Sunnah oleh Ibn Abi Ashim, 2/521]. dan terakhir pilihlah pemimpin yang dapat melakukan hal tersebut, dan janganlah tergiur oleh pekerjaan yang terlihat nyata, walaupun sebenarnya ada kerjasama terselubung dengan pihak luar yang pada akhirnya menghancurkan negara kita sendiri.

Sesungguhnya islam adalah agama yang paling sempurna. Rasulullah adalah rahmatan lil alamin. Dan Al-Qur’an adalah pedoman hidup kita.

Do’a diberikan petunjuk:

Allahumma arinal-haqqa haqqan warzuqnat-tiba’ah, wa arinal-batila batilan warzuqnaj-tinabah, bi   rahmatika ya arhamar-rahimeen.

“Ya Allah Tunjukilah kami kebenaran dan berikan kami jalan untuk mengikutinya, dan tunjukanlah kami kebatilan dan berikan kami jalan untuk menjauhinya”.

Wassalamu ‘alaikum warahmatullah wabarakatuh.

 

 


Mari Tebar Kebaikan!
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInShare on TumblrPin on Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *